Kamis, 07 November 2013

ETIKA PROFESI UNTUK SEORANG AKUNTAN




ETIKA PROFESI UNTUK SEORANG AKUNTAN
            Untuk membangun pemahaman mengenai lingkungan etika bagi kalangan bisnis, tentang harapan masyarakat akan peranan akuntan yang profesional. Hal tersebut akan menimbulkan berbagai pertimbangan terhadap layanan yang ditawarkan dan kata kunci “nilai yang ditambahkan” atau sudut persaingan dimana akuntan harus memperlihatkan reputasi mereka dan vitalitasnya. Sehingga pada akhirnya, cara masyarakat menghargai profesi tertentu akan membawa mereka untuk mempraktikkan dengan sistem monopoli pada jasa yang ditawarkan, untuk mengontrol masuknya seseorang ke dalam sebuah profesi tertentu, untuk menghasilkan pendapatan yang relatif tinggi, untuk bisa dinilai oleh seseorang pejabat pemerintah. Jika suatu profesi kehilangan kredibilitasnya di mata masyarakat, maka konsekuensinya bisa saja cukup menyengsarakan dan juga bukan untuk yang bersalah.
Profesi yang ada pada dasarnya diciptakan untuk melayani masyarakat. Layananan yang disediakan untuk masyarakat begitu penting  dimana suatu keahlian dibutuhkan yang pada akhirnya membutuhkan program pendidikan yang ekstensif yang lebih khusus difokuskan pada segi intelektual dari pada prakteknya. . Otonomi, atau kebebasan dari peraturan pemerintah baik itu mengatur, mengizinkan anggota profesi untuk dinilai oleh informan mereka dan penguji yang objektif dari pada oleh pegatur/penilai yang telah ditunjuk secara politis oleh pemerintah. Hal tersebut memberika keleluasan kepada sebuah profesi untuk mengatur segala urusan mereka sendiri secara efisien dan dengan kebijakannya sendiri sehingga masyarakat mempunyai kesan bahwa profesi tersebut bertanggungjawab dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik. 
Yang Membentuk sebuah Profesi :
v  Segi Esensial
·         Pelatihan Ekstensif
·         Penyediaan layanan penting bagi masyarakat
·         Pelatihan dan ketermpilan yang intelektual
v  Segi Khusus
·         Umumnya terlisensi atau tersertifikasi.
·         Diwakili oleh organisasi, perkumpulan atau institusi.
·         Otonomi
v  Pondasi Nilai Etik (Behrman)
·         Digambarkan dan dibangun pada pertimbangan etik dari pada teknik atau alat.
Tugas yang diharapkan sebuah profesi adalah memelihara kompetensi dalam bidang keahliannya, menjaga rahasia klien, pemeliharaan integritas klien, pemeliharaan bjektifitas dalam menawarkan jaa, dan pemeliharaan kedisiplinan terhadap anggota yang tidak mematuhi tugas-tugas sesuai dengan standar yang diharapkan.
Di masa lalu, sering diperdebatkan bahwa untuk menjadi seorang profesional yang sejati, seseorang harus menawarkan jasa atau layanan terhadap publik, oleh karena itu seseorang yang berprofesi sebagai pekerja dalam sebuah organisasi tidak bisa lepas dari kode etik profesi yang terlibat. Tetapi kegagalan pespektif yang terbatas ini diekspos seperti bangunan atau struktur lain yang hancur akibat praktik kontruksi yang salah dan penyingkapan hasil keuangan ini menguntungkan bagi manajemen sekarang bukanya pemegang saham sekarang atau yang akan datang.      
Dalam rnagka mendukung kombinasi bentuk, tugas, dan hak, hal ini menyatakan bahwa profesi membangun nilai atau asas untuk membimbing anggotanya dan bahwa masing-masing profesi memiliki nilai personal yang berkaitan dengan hal ini. Normalnya, niali personal yang diharapkan melibatkan, kejujuran, integritas, objektivitas, rahasia, keberanian untuk membujuk seseorang dan kekuatan karakter untuk memanfaatkan kesempatan untuk melayani dirinya atau orang lain ketimbang klien. Tanpa nilai-nilai ini, kepercayaan yang dibutuhkan untuk mendukung hubungan fidusian tersebut tidak bisa dijaga, sehingga profesi berusaha untuk menilai apakah nilai-nilai ini dimiliki oleh kandidat untuk profesi tersebut dan oleh anggotanya. Perlindungan semacam ini biasa dilakukan selama pra kualifikasi atau selama periode kerja lapangan oleh panitia disiplin profesi. Biasanya kriminalitas atau menyimpang dianggap menyebabkan pengusiran secara paksa dan kegagalan untuk mengikuti standar profesi yang diekspresikan dalam tingkah lakunya yang dapat membawa ukuran remedial, dendam suspensi hak atau pengusiran secara paksa.

HARAPAN PUBLIK TERHADAP AKUNTAN YANG PROFESIONAL
            Seorang akuntan yang profesional, apakah mendalami di bidang auditing atau manajemen, atau sebagai pekerja atau seorang akuntan, diharapkan menjadi seorang akuntan dan sekaligus seorang profesional.hal tersebut berarti akuntan dan pemahaman yang lebih ketimbang orang awam terhadap bidang-bidang yang terkait seperti pengendalian manajemen, perpajakan dan sistem informasi. Terkadang penyimpangan dari norma-norma yang diharapkan dapat menghasilkan kurangnya kredibilitas aau kepercayaan dari dalam keseluruhan profesi. Contoh, ketika seseorang profesi meletakkan keinginan pribadi sebelum keinginan klien atau publik, kekurangan kepercayaan diri akan berkembang yang akan menggerakkan temuan publik akan aktivitas profesi secara umum.

DOMINASI NILAI ETIK DARI PADA AKUNTING ATAU TEKNIK AUDIT
            Sebagain besar akuntan dan kebanyakan bukan akuntan memegan pendapat bahwa penguasaan akuntansi dan atau teknik audit merupakan sejata utama proses akuntansi. Tetapi beberapa skandal keuangan disebabkan oleh kesalahan dalam penilaian tentang kegunaan teknik atau yang layak atau penyimpangan yang terkait dengan hal itu. Beberapa kesalahan dalam penilaian berasal dari salah mengartikan permasalahan dikarenakan kerumitannya, sementara yang lain dikarenakan oleh kurangnnya perhatian terhadap nilai etik kejujuran, integritas, objektivitas, perhatian, rahasia dan komitmen terhadap mendahulukan kepentingan orang lain dari pada kepentingan diri sendiri.

LAYANAN/FUNGSI YANG DITAWARKAN
Para akuntan profesional telah mengembangkan layanan fidusiari  dalam wilayah berikut ini :
·         Prinsip pelaporan dan akuntansi, praktik dan sistem.
·         Auditing, catatan akuntansi, sistem dan laporan keuangan
·         Proyeksi keuangan ; persiapan, analisa dan audit.
·         Perpajakan ; persiapan pengembalian pajak dan saran
·         Gulung tikar : tugas dan saran dari yang dipercaya.
·         Perencanaan keuangan :saran
·         Pembuatan keputusan : fasilitas melalui analisa dan pendekatan
·         Kontrol manajemen : saran dan desain sistem.
·         Hubungan kepegawaian dan komersial : saran.
Semua layana ini diikat oleh wilayah utama akuntan profesinal. Aka tetapi, saat ini telah ada pemahaman bahwa manajemen dan pemegang saham membutuhkan informasi non-keuangan untuk mengatur dan membuat keputusan dengan efektif.

KEPENTINGAN TERHADAP NILAI YANG DITAMBAHKAN
            Pemberhentian nilai-nilai etik kompetensi, integritas dan objektivitas tergantung pada ilai-nilai etik personal dari akuntan profesional yang terlibat. Jika profesi itu sendiri menpunyai standar yang tinggi, profesional individu dapat mengabaikan mereka. Tetapi seseorang prifesinal sering tidak sadar akan dilema etik yang potensial atau nilai-nilai ang layak sehingga menyebabkan pemberhentian tugas. Oleh karena itu,  kredibilitas profesi memandang nilai-nilai etika profesi  dan personal dari masing-masing angota dan kualitas penilaian.

ETIKA PROFESI DAN MUTU AUDIT KANTOR AKUNTAN PUBLIK
            Semakin tingginya tuntutan masyarakat akan informasi yang andal dari perusahaan, membuat profesi akuntan publik semakin diperlukan. Walaupun Arrens, dkk (2003:14) menyebutkan bahwa untuk memperoleh informasi yang andal dari manajemen ada tiga alterbatif yang bisa dilakukan yaitu :
  1. Pengguna informasi menguji informasi yang diperolehnya.
  2. Pengguna informasi berbagi resiko informasi dengan manajemen,
  3. Laporan keuangan yang diaudit telah tersedia.
Namun dengan pertimbangan waktu dan biaya, serta sulitnya berbagi dengan manajemen, maka alternatif yang ketiga-lah yang mungkin untuk dilakukan. Kinney (1975) dalam Suta dan Firmanzah (2006) mengatakan peran auditor untuk minegkatkan kredibilitas dan reputasi perusahaan sangatlah besar. Serta peranan auditor adalah menyediakan informasi yang berguna untuk keperluan penyusunan kontrak yang dilakukan oleh pemilik atau manajer perusahaan.
Dengan demikian dapat  disimpulkan  bahwa begitu besarnya peranan akuntan publik perekonomian di segala sektor bisnis, dalam hal ini dalam ruang lingkup bisnis  yang menuntut untuk selalu profesional serta taat pada etika dan aturan yang berlaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar