Sabtu, 11 Januari 2014

M2 Iwan Setiawan 23210690 4 EB 20



Minum Oplosan , 9 Tewas dan 1 Kritis

Bekasi, v-wan.com – Korban meninggal akibat mengkonsumsi minuman keras oplosan kembali terjadi. Kali ini, sembilan orang tewas dan satu orang kritis setelah berpesta mengkonsumsi minuman keras yang di oplos dengan minuman suplemen di Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Rabu tanggal 08 januari 2014. Korban meninggal pertama pada hari Kamis tanggal 10 januari 2014, dan setelah itu jumlah korban terus bertambah.
Sembilan korban meninggal dan satu korban yang kritis tersebut terdiri dari tujuh warga kampung gaga dan dua warga bungur serta satu warga seroja. Korban yang meninggal sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Dearah (RSUD) Saras Husada.
Para korban diketahui minum miras tersebut di dua lokasi, yaitu di pertokoan seroja dan di kebon tempat pembuangan sampah di daerah bungur. Total orang yang meminum miras tersebut belum di ketahui sehingga jumlah korban diprediksikan  bisa bertambah.
Kepala kepolisian Sektor Bekasi Herry Setiawan Komisaris Mengarif mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kandungan alkohol dalam miras karena menunggu hasil otopsi dari dokter. Polisi juga masih terus melacak asal peredaran miras tersebut.
“Kami masih mencari tahu apakah semua korban ini membeli miras dari pedagang yang sama atau tidak,” ujarnya.
Ketua RT 002/03 Bapak Jurjani Syarif mengatakan, tujuh warganya yang meninggal tersebut memang kerap berkumpul, bernyanyi-nyanyi dan kemudian minum miras bersama-sama di luar kampung bungur.
“Korban – korban tersebut sebelumnya memang sering terlihat berjalan dijalan kampung,suka memalak orang yang sedang berpacaran dalam keadaan kondisi mabuk,” ujarnya.
Meskipun demikian Jurjani Syarif memastikan di kampung bungur tidak terdapat penjualan minuman keras atau pun minuman oplosan yang sangat membahayakan setiap nyawa manusia.

Jurjani mengatakan, sejumlah korban yang ditemui sebelum meninggal dunia memperlihatkan gejala kejang-kejang, muntah,dan mata melotot. Setelah dirawat di rumah sakit, sejumlah korban sempat membaik tetapi tuhan berkehendak  lain akhirnya mereka semua dipanggil oleh allah swt.
Andri, adik salah seorang korban mengatakan, bahwa kakanya Firdaus memang senang mengkonsumsi minuman keras atau minuman beralkohol. Terakhir Rabu (8/14) malam, Firdaus terlihat sedang menenggak minuman keras bersama lebih dari 10 temannya di dekat lapangan timbul.
Setelah itu keesokan harinya, Firdaus masih terlihat sehat-sehat saja. Namun, pada hari Kamis siang, Andri melihat kakanya tersebut muntah dan kejang-kejang sambil mengeluarkan banyak busa dari multnya. Setelah dibawa dan dirawat di RSUD Saras Husada, Firdaus akhirnya meninggal dunia pada hari kamis malam jum’at.(iwan)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar